YouTube to Text Converter

Transcript of Demokrasi Liberal di Indonesia 1950-1959 (Part 1)

Video Transcript:

halo halo assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kembali lagi ke youtube channel saya dermatan HTC Wah tidak terasa Ya udah cukup lama kita tidak bersumpah secara online melalui channel YouTube saya dan hari ini kali ini saya akan membahas materi tentang demokrasi liberal Indonesia yang terjadi antara tahun 1950 hingga tahun 1959 sebelumnya Mari kita berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing agar yang kita pelajari hari ini menjadi berkah dan bermanfaat di kemudian hari berdoa pertama agama dan keyakinan masing-masing dipersilahkan Hai selesai Semoga kita dalam lindungan Tuhan yang maha esa dan sehat selalu di tengah permasalahan ini yang Waskita belajarnya harus online kali ini kita akan membahas tentang masalah demokrasi liberal di Indonesia yang terjadi antara tahun 1950 sampai dengan tahun 1959 pertama-tama pasti demokrasi liberal ataupun eh sistem parlementer yang diterapkan di Indonesia Hai sistem parlementer sendiri adalah sebuah hitam di mana parlemen memiliki peranan yang sangat penting di dalam pemerintahan dan di dalam Hai sistem pemerintahan parlementer ini ditandai juga dengan adanya Perdana Menteri selaku kepala pemerintahan serta presiden selaku kepala negara Hai selanjutnya demokrasi liberal atau sistem parlementer yang diterapkan di Indonesia ditandai dengan adanya penerapan sistem multipartai sistem multipartai sendiri merupakan sebuah sistem kepartaian di mana diikuti oleh berbagai partai politik atau kembangannya lebih dari dua partai politik salah satu pendapat ahli yang bernama Hendro heywood menyampaikan bahwa sistem multipartai adalah sebuah jaringan hubungan dan interaksi partai politik dalam sebuah sistem dimana siaran berlanjut maksudnya sistem di ini diikuti oleh lebih dari dua partai politik Hai selanjutnya demokrasi parlementer Story demokrasi liberal atau sistem parlementer Indonesia ditandai dengan diterapkannya undang-undang Dasar tahun 1950 atau yang dikenal dengan UUD undang-undang dasar sementara penerapan demokrasi liberal di Indonesia juga ditandai dengan sering bergantinya kabinet atau formatur Kementerian di dalam pemerintahan di dalam jangka waktu ulang tahun terjadi perubahan tujuh kali kabinet yang pertama adalah kandidat tafsir yang kedua adalah kabinet Sukiman yang ketiga adalah kabinet wilopo yang keempat kabinet Ali satu ada juga yang mengatakan kabinet Ali Wongso selanjutnya ada kabinet Burhanuddin Harahap hop dan diikuti oleh kabinet Ali 2 serta yang terakhir adalah kabinet Djuanda Oke sebelum masuk ke pada pembahasan Mengapa kabinet sering berganti selama sembilan tahun ada dua hal yang sangat luar biasa menjadi tantangan Indonesia disamping permasalahan ekonomi Indonesia menghadapi tantangan menjaga keamanan bangsa dan negara serta upaya untuk mengembalikan Irian Barat live2all itu juga menjadi tantangan besar bagi pemerintah kita pada waktu itu didampingi itu semua juga ada tantangan untuk menstabilkan perekonomian Indonesia diawal kemerdekaan hai oke langsung masuk kepada pembahasan mengenai runtuhnya kabinet atau berakhirnya pemerintahan sebuah kabinet pada masa demokrasi liberal secara umum kabinet-kabinet ini runtuh karena adanya mosi tidak percaya atau tuntutan dari parlemen kali ini saya tidak akan membahas semuanya karena nanti akan ada pekerjaan untuk kalian oke yang pertama yang akan saya bahas adalah mengenai runtuhnya Kabinet Natsir komunikasi Kabinet Natsir runtuh Hai Kabinet Natsir yang bisa dibilang memiliki masa jabatan antara September 1950 hingga Maret 1951 Kok sebentar sekali ya Ah Kabinet Natsir ini memiliki tugas cukup banyak salah satunya memilih program kerja untuk menerapkan politik luar negeri yang bebas aktif Hai nah permasalahan keamanan menjadi tanggungjawab pemerintah yang luar biasa khususnya di sini terkait dengan Kabinet Natsir ya sama upaya untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Indonesia karena pada mag waktu itu Irian Barat masih dianggap sebagai bagian dari Belanda Hai ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah yaitu upaya untuk perundingan dan perundingan ini dimulai pada tanggal 4 Desember 1950 bersama dengan pihak Belanda tetapi tidak mengalami titik terang sehingga ada mosi tidak percaya dari parlemen mengatakan bahwa kabelnya tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan baik permasalahan semakin terlihat ketika ada tuntutan atau mosi tidak percaya dari hati Kusumo yang berasal dari Partai Nasional Indonesia tes atau yang disingkat dengan PNI berkaitan dengan pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 39 garis miring 1950 tentang pemilihan anggota Perwakilan Daerah agar lebih demokratis nah mosi ini di lima oleh parlemen dan menyebabkan Menteri Dalam Negeri yaitu bapak saat mengundurkan diri tetapi ditolak oleh kabinet nah pada 20 Maret 1951 ada peristiwa yang cukup unik dan memilukan sih peristiwanya adalah penarikan menteri-menteri dari partai ini Partai Indonesia Raya Hai gimana Kabinet Natsir ini didukung oleh salah satunya Partai Indonesia Raya dan pada tanggal tersebut Partai Indonesia Raya menarik menteri-menteri dari partainya dalam kabinet tersebut sehingga Kabinet Natsir mau tidak mau mengembalikan mandatnya kepada presiden dan kemudian digantikan lah oleh kabinet Sukiman Hai kabinet Sukiman bukanlah kabinet yang tidak mengalami pantaian tugas utamanya masih hampir sama sih tentang masalah keamanan tentang masalah pengembalian Irian Barat terus juga memperbaiki tentang politik ya terkusus tentang pemilu merencanakan pelaksanaan pemilu yang nantinya akan terlaksana Pemilu pertama kita pada tahun 1955 sebagai terkait dengan kabinet Sukiman Hai kabinet Sukiman memiliki tantangan yang luar biasa dan berakhirnya berkaitan dengan adanya kesepakatan perjanjian bersama Amerika Serikat yang dikenal dengan nota kesepakatan muncul security apa sih muncul security.exe muncul sendiri merupakan sebuah perjanjian kerjasama di bidang militer untuk adanya bantuan dari pihak Amerika Serikat agar Indonesia memiliki kelengkapan militer dalam rangka menjaga keamanan negara seperti itu Namun ternyata ternyata berpangkatan yang dilakukan oleh menteri luar negeri Indonesia yaitu Ahmad Soebardjo dengan duta besar Amerika Serikat merle cochran dianggap sebagai sebuah upaya penyimpangan dari politik luar negeri bebas aktif yang sudah disepakati dan akan dijalankan oleh Indonesia Hai ada pendapat dari parlemen bahwa ah ah kesepakatan atau persetujuan internasional harus disahkan oleh pihak parlemen itu sendiri pendapat ini muncul dari Sunaryo makanya emosi ini dikenal dengan mosi Sunaryo Sunaryo sendiri dari PMI lo guys nah bahwa diperjelas lagi perjanjian internasional harus disahkan oleh parlemen mosi dari Sunaryo ini juga disusul oleh mosi dari penis secara umum yang menuntut untuk kabinet segera mengembalikan mandatnya kepada presiden sehingga ya balik lagi kabinet harus runtuh karena adanya mosi tidak percaya salah satu sumber yaitu dari buku sejarah nasional Indonesia 6 mengatakan bahwa permasalahan runtuhnya kabinet Sukiman juga ada kaitannya dengan klik adanya permasalahan Menteri Dalam Negeri yaitu misteri card yang berasal dari PMI menginstruksikan penonaktifan dewan-dewan Perwakilan Daerah yang dibentuk berdasarkan PP Nomor 39 dimana konflik kepentingan bertambah tajam ketika ikat mengangkat tokoh PNI menjadi gubernur di Jawa Barat dan Sulawesi nah sementara itu Menteri Kehakiman Muhammad Yamin tanpa persetujuan kabinet memberikan sering membebaskan 950 orang tahanan e-shop Waduh masalah yang cukup luar biasa tindakan ini ditentang oleh Perdana Menteri Budiman dan golongan militer akibatnya Yamin mengundurkan diri nah balik lagi ke salahan muncul security expert dengan adanya mosi tidak percaya Tadi menyebabkan menteri luar negeri Indonesia waktu itu Ahmad Soebardjo mengundurkan diri sebelum akhirnya kabinet Sukiman mengembalikan mandatnya kepada presiden nah cukup 2 aja dulu contohnya karena nanti akan ada pengerjaan What kalian jangan lupa cek di description boks ya di dalam berjalannya pergantian kabinet selama sembilan tahun itu ternyata ada masalah-masalah lain yang cukup luar biasa yang cukup terkenal juga masalah yang pertama adalah Peristiwa 17 Oktober 1952 peristiwa ini banyak juga mengenal peristiwa militer mengarahkan moncong meriam Ke arah Istana Negara pernah saran ini berkaitan dengan atau muncul di dalam Angkatan Darat ya dikenal dengan nama Peristiwa 17 okt peristiwa ini dimulai dengan perdebatan sengit di DPR Waduh ada masalah apa di DPR selama berbulan-bulan mengenai masalah pro dan kontra terhadap kebijakan Menteri Pertahanan dan pimpinan Angkatan Darat aktif hak kaum politisi itu akhirnya menimbulkan reaksi keras dari pihak Angkatan Darat berikut kronologi permasalahan 17 Oktober 1952 hai hai Hai akibat dari permasalahan 17 Oktober 1952 menimbulkan kelompok pro dan kelompok kontra terhadap peristiwa ini kemudian dilakukanlah rapat collection atau dikenal dengan racun untuk menyelesaikan beberapa masalah Adapun pasal yang dibahas adalah yang pertama keutuhan dan persatuan Angkatan Darat Yang Kedua penyelesaian Peristiwa 17 Oktober 1952 pembangunan Angkatan Darat selanjutnya adalah peristiwa yang dikenal dengan nama Tanjung Morawa peristiwa ini berkaitan dengan permasalahan kepemilikan dan penggarapan Tanah yang terjadi di Sumatera Timur Hai peristiwa ini terjadi karena pemerintah sesuai dengan apa yang diputuskan dalam persetujuan Konferensi Meja Bundar atau KMB menginginkan pengusaha asing kembali mengusahakan tanah tanah perkebunannya Wah ini susah sih kalau urusan Ya sudah tentang tanah Hai pada masa sebelumnya memperingatkan cokroadisuryo menteri dalam negeri pada masa kabinet Sukiman tahun 1951 sudah mengatakan kompromi sebagai dasar penyelesaian masalah pengusahaan perkebunan asing tersebut pemerintah sudah menyetujui dikembalikannya tanah Deli planters vereeniging atau dikenal atau tingkatannya di pipi yang sudah bertahun-tahun ditinggalkan dan sementara waktu digarap oleh para petani Sumatera seperti itu syaratnya ini ada yang berasal dari Indonesia dan ada yang keturunan etnis Tionghoa nah permasalahan terjadi ketika Hai masyarakat menolak meninggalkan tanah cara fun yaitu atas hasutan PKI Hai ada pernyataan yang ditulis dalam buku sejarah nasional Indonesia jilid 6 petani penggarap yang dihasut oleh kader-kader PKI menolak untuk meninggalkan tanah garapan mereka sehingga pada tanggal 16 Mar 1953 gubernur Sumatera Utara Ahmad Hakim yang berasal dari Masyumi memerintahkan satuan Polisi untuk mentraktor tanah tersebut Waduh mulai telepon piknik ya para penggarap mengadakan perlawanan yang Mengakibatkan jatuhnya korban lima orang meninggal dan beberapa orang ditangkap peristiwa ini mendapatkan sorotan tajam dan sangat emosional baik dari pers maupun dari parlemen sehingga ya muncullah mosi tidak percaya emosi yang seperti apa nanti silahkan dicari

Demokrasi Liberal di Indonesia 1950-1959 (Part 1)

Channel: Zainul Hasan HBC

Convert Another Video

Share transcript:

Want to generate another YouTube transcript?

Enter a YouTube URL below to generate a new transcript.