YouTube to Text Converter

Transcript of Praktikum Titrasi Asam Basa | Praktikum Kimia Kelas 11

Video Transcript:

[Musik] Halo anak-anak jumpa lagi dengan saya Pak Jo di video kali ini kita akan belajar melakukan titrasi asam basa kita akan mencari tahu apakah kadar asam cuka yang tertera di dalam label itu sudah sesuai atau belum peralatan yang kita butuhkan untuk melakukan titrasi asam basa adalah yang pertama ada Buret Kemudian statif Kemudian elemen labu ukur corong kemudian pipet ukur 10 ml dan juga pipet filler bahan-bahan yang kita butuhkan yang pertama cuka yang akan kita cari kadarnya kemudian aquades larutan standar yaitu larutan NaOH yang sudah diketahui konsentrasinya 0,5 molar dan juga ada indikator pp langkah pertama kita harus mengencerkan cuka yang ada di dalam botol di sini juga dari botolnya kita encerkan kita ambil 10 mili cuka menggunakan pipet Ukur kita masukkan ke dalam labu ukur 100 mili kita encerkan kita tambahkan aquades sampai batas menggunakan botol semprot ketika mengencerkan pastikan [Musik] volume akuades yang kita tambahkan tepat sampai batas posisi mata kita itu harus sejajar dengan ketepatan tanda atau volume 100 ml kita gocok kemudian kita masukkan ke dalam gelas beker yang sudah kita beri label cuka encer juga encer inilah yang akan kita titrasi setelah kita melakukan proses pengenceran cuka langkah selanjutnya adalah proses titrasi larutan basa atau di sini kita menggunakan NaOH 0,5 molar kita masukkan ke dalam Buret ketika kita masukkan larutan ke dalam Buret kita ambil terlebih dahulu supaya tidak terlalu tinggi dan sulit untuk masukkan larutan pastikan posisi Buret keran Buret Ya itu sudah tertutup yaitu posisinya horizontal kita bisa memasukkan secara langsung atau bisa menggunakan corong kita masukkan larutan NaOH 0,5 molar ke dalam Buret ketika memasukkan larutan NaOH ke dalam Buret pastikan melebihi tanda batas 0 sampai ujung setelah kita masukkan NaOH ke dalam Buret kita pasang kembali dengan posisi seperti ini ya skala tepat berada di depan kita kemudian keran ada di sebelah kanan ruang kosong di bawah keran ini belum terisi NaOH sehingga kita harus membuka keran sampai dia terisi atau kita posisikan angka di atas sampai skala ke 0 kita buka secara perlahan-lahan pastikan untuk melihat pengukuran skala harus sejajar dengan mata kita langkah selanjutnya adalah kita memasukkan cuka encer ke dalam elenmeyer sebanyak 20 mili kita gunakan pipet Ukur 10 mili sehingga kita harus melakukan pengambilan sebanyak dua kali langkah yang sama kita masukkan juga 20 ML juga encer ke dalam elenmeyer kedua serta ketiga karena kita akan melakukan titrasi sebanyak tiga kali Kenapa kita melakukan sebanyak tiga kali supaya data yang kita dapatkan lebih reliable setelah kita memasukkan cuka ke dalam elemen air langkah selanjutnya tambahkan 3 tetes indikator pp ke dalam elemen indikator pp ditambahkan supaya kita dapat mengetahui titik akhir titrasi yaitu dengan perubahan warna menjadi merah muda langkah selanjutnya adalah tahapan titrasi perhatikan ketika kita melakukan titrasi pastikan posisi skala pada Buret itu menghadap ke kita kemudian kran Buret ada di sebelah kanan cara memegang elenmeyer yaitu di lehernya kita pegang seperti ini kemudian diposisikan di bawah Buret kalau sekiranya posisi bule terlalu tinggi bisa Kita sesuaikan tangan kiri kita itu masuk ke dalam keran tangan kanan memegang leher dari elemayer kita buka keran secara perlahan-lahan sampai larutan titran itu menetes secara perlahan ketika larutan NaOH menetes secara perlahan-lahan kita sambil menggoyangkan elemen posisi tangan kiri standby di kran sambil melihat perubahan warna yang terjadi sampai tercapainya titik akhir titrasi ketika melakukan proses titrasi itu harus dilakukan seorang diri tidak dengan teman yang lain misalnya teman yang lain membantu memegang kran itu tidak bisa atau tidak boleh lebih baik sendiri nanti di elemen selanjutnya bisa bergantian dengan teman yang lain ketika warna sudah mulai berubah seperti ini menjadi merah muda kita hentikan proses titrasi ketika sudah berubah warna dan ketika digoyangkan tidak hilang maka ini sudah mencapai titik akhir titrasi kemudian kita lihat kita baca volume NaOH yang kita gunakan di sini kurang lebih 21,2 ML kemudian kita catat volume NaOH yang digunakan yaitu 21,2 mm Kemudian untuk titrasi yang kedua kita perkirakan jumlah volume NaOH yang digunakan kurang lebih tidak akan jauh berbeda dengan yang pertama yaitu 20an Buret itu bervolume 50 maka masih ada 30 mili Jadi tidak perlu ditambahkan NaOH lagi nanti volume dibacanya dari 21,2 langkahnya sama posisi tangan kiri ada di memegang kran dari sebelah dalam tangan kanan memegang leher dari elemen kita lakukan proses titrasi yang sama pastikan NaOH itu menetes tidak dibuka krannya secara deras tapi hanya menetes untuk mengantisipasi kelebihan volume NaOH warnanya sudah berubah maka kita hentikan proses titrasi seperti ini merah muda kita lihat volume yang dibutuhkan Yaitu 41,5 berarti Berapa volume yang digunakan 41,5 dikurangi 21,2 itulah volume NaOH yang digunakan Nah untuk tahapan yang ketiga karena NaOH yang di dalam Buret itu tinggal sedikit maka bisa kita Tambahkan lagi memasukkan NaOH ke dalam Buret bisa menggunakan corong atau langsung saja jika sudah mendekati angka nol pelan-pelan pastikan sampai angka 0 Jika berlebih juga tidak masalah nanti kita keluarkan lagi kita pasang terlebih dahulu buretnya ke dalam statif kemudian kita keluarkan sampai dengan skala nol kita lakukan proses titrasi untuk elemen yang ketiga dengan langkah yang sama tapi di sini skalanya dimulai dari nol lagi kita buka perlahan-lahan kran buretnya posisi tangan kiri harus selalu standby dalam keran sambil digoyangkan elemennya sudah mulai berubah warna jadi kita hentikan proses titrasinya kita periksa volume NaOH yang dibutuhkan untuk titrasi yaitu sejumlah 20,1 ML dari data volume NaOH yang dibutuhkan untuk melakukan titrasi sebanyak tiga kali maka kita lakukan rata-rata volume NaOH yang dibutuhkan untuk melakukan titrasi cuka encer sebanyak 20 mili Bagaimana cara menentukan kadar asam cuka kita perhatikan perhitungan berikut ini dari tiga kali titrasi kita dapatkan volume rata-rata NaOH 0,5 molar yang kita dapatkan adalah 20,5 ML dari hasil ini kita gunakan untuk menghitung molaritas cuka encer yang kita titrasi caranya kita ketahui bahwa rumus titrasi adalah mol asam sama dengan mol basa maka volume asam dikalikan konsentrasi asam dikalikan valensi asam = volume basa dikali konsentrasi basa dikali valensi basa kita masukkan volume asam cuka yang kita titrasi adalah 20 ML kita cari konsentrasinya valensi juga adalah satu sama dengan volume rata-rata basa NaOH 0,5 molar adalah 20,5 ML dikalikan konsentrasinya yaitu 0,5 molar dikalikan valensi naoh1 kita dapatkan konsentrasi asam cuka encer 0,5 125 molar setelah konsentrasi cuka encer kita dapatkan kita gunakan untuk mencari tahu molaritas cuka pekat atau molaritas juga yang ada di dalam botol karena kita sudah melakukan pengenceran maka kita dapat gunakan rumus pengenceran M1 kali V1 = M2 * V2 cuka encer adalah M2 volume pengenceran yang kita lakukan adalah 100 ml volume yang kita ambil dari juga pekat adalah 10 ml maka kita dapatkan M1 nya 5,125 molar kemudian Bagaimana cara menghitung kadar cuka kita memiliki rumus hubungan molalitas dengan kadar yaitu molaritas sama dengan massa jenis dikalikan 10 dikalikan kadar dalam persen dibagi massa molar molari asam cuka pekat atau yang ada di dalam botol adalah 5,125 molar massa jenis juga 1,05 gram perkali 10 dikalikan kadar yang akan kita hitung dibagi massa molar dari cuka adalah 60 gram per mol kadar asam cuka yang kita dapatkan adalah 29,28% kadar ini lebih tinggi dibandingkan yang tertera di label yaitu sebesar 25% demikian video titrasi asam basa menentukan kadar asam cuka sampai jumpa di video pembelajaran selanjutnya

Praktikum Titrasi Asam Basa | Praktikum Kimia Kelas 11

Channel: Sinau Kimia

Convert Another Video

Share transcript:

Want to generate another YouTube transcript?

Enter a YouTube URL below to generate a new transcript.